16
Nov
09

PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Koperasi mengandung makna “kerja sama”, ada jg mengartikan “menolong satu sama lain”.
Koperasi berkaitan dengan fungsi-fungsi :
– Fungsi Sosial
– Fungsi Ekonomi
– Fungsi Politik
– Fungsi Etika

Gotong Royong
Menurut Mubyarto adalah kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Tolong Menolong
Menurut Mubyarto adalah tolong-menolong atau Bantu membantu menunjukkan pada pencapaian tujuan perorangan.
Gotong royong dan tolong-menolong lebih bertujuan social, bukan bertujuan ekonomi. Koperasi lebih mempunyai tujuan ekonomi yang lebih konkrit.

Pengertian Koperasi
Definisi ILO (International Labour Organization)
Terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi :
– Koperasi adalah perkumpulan orang-orang.
– Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan.
– Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai.
– Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis.
– Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan.
– Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.

Definisi UU No. 25/1992
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.

Prinsip-Prinsip Koperasi
Prinsip Munkner
1. Keanggotaan bersifat sukarela
2. Keanggotaan terbuka
3. Pengembangan anggota
4. Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
5. Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis
6. Koperasi sbg kumpulan orang-orang
7. Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
8. Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
9. Perkumpulan dengan sukarela
10. Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
11. Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
12. Pendidikan anggota

PRINSIP ROCHDALE
1. Pengawasan secara demokratis
2. Keanggotaan yang terbuka
3. Bunga atas modal dibatasi
4. Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing aggota
5. Penjualan sepenuhnya dengan tunai
6. Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
7. Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
8. Netral terhadap politik dan agama

PRINSIP RAIFFEISEN
1. Swadaya
2. Daerah kerja terbatas
3. SHU untuk cadangan
4. Tanggung jawab anggota tidak terbatas
5. Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
6. Usaha hanya kepada anggota
7. Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang

PRINSIP HERMAN SCHULZE
1. Swadaya
2. Daerah kerja tak terbatas
3. SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggotanya
4. Tanggung jawab anggota terbatas
5. Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
6. Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi


0 Responses to “PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: